Contoh Surat Undangan yang Baik dan Benar (Terbaru 2017)

Anekasurat.com, Contoh Surat Undangan Resmi dan Tidak Resmi- Secara umum surat undangan diperuntukkan untuk mengajak orang yang berkepentingan dalam menghadiri berbagai macam agenda acara. Jelas, ajakan ini ada dalam dua bentuk, ajakan yang berisfat resmi hingga ajakan yang tidak resmi.

Sebagaimana yang kami sebutkan pada pembuatan surat yang lalu-lalu. Surat resmi tentu memiliki format yang berbeda dengan surat biasa atau tidak resmi. Karena tujuan ini, surat undangan difungsikan sebagai alat untuk memberitahukan seseorang atas perihal acara yang akan dilaksanakan dalam kurung waktu tertentu.

Umumnya, surat undangan tidak resmi digunakan dalam acara yang berbentuk seperti pernikahan, reuni, halal bi halal, ulang tahun, untuk kegiatan belajar, syukuran, aqiqah, tahlilan dan sebagainya.  Berbeda dengan undangan resmi yang umumnya diadakan oleh lembaga tertentu dalam merespon agenda kegiatan yang akan dilaksakan. Sperti:
  1. Undangan rapat yang biasa digunakan oleh lembaga organisasi, pemerintahan, maupun pihak sekolah.
  2. Undangan pengajian yang diadakan oleh pengurus mesjid.
  3. Undangan Musyawarah dan rapat desa yang biasa diadakan oleh kelurahan.
  4. Undangan Seminar, workshop, dan bedah buku, yang diadakan oleh pihak kampus maupun organisasi.
  5. Dan lain sebagainnya.
Meskipun ada dua jenis surat undangan, kedua jenis surat ini bertujuan untuk menghadirkan seseorang dalam acara yang telah direncanakan.

Untuk lebih jelasnya, akan kami berikan panduan pembuatan surat undangan resmi dan tidak resmi yang umum digunanakan dalam tatanan masyarakat. Panduan ini, kami awali dengan gambaran mengenai kedua jenis surat ini, lalu kami tutup dengan beragam contoh surat undangan yang baik dan benar.

Pembuatan Surat Undangan Tidak Resmi

Tidak resmi bukan berarti tidak memiliki ketentuan dalam pembuatannya. Meskipun surat ini ditulis oleh perorangan, surat ini harus mencantumkan ketiga hal berikut agar pesan yang diinginkan tersampaikan.

1. Pengirim - Surat dikatakan baik dan benar jika identitas pengirim jelas tergambarkan dalam surat. Tidak sedikit kita temukan, ada orang yang mengabaikan surat yang telah dikirimkan kepadannya saat membaca identitas pengirim.

Karena ketidakjelasan identias pengirim, bisa saja penerima menganggap tidak memiliki kepentingan, merasa tidak kenal dengan pengirim, dll.

2. Penerima - Seperti halnya dengan pengirim, identitas penerima pun harus diisi dengan lengkap. Baik dari pemberian nama hingga alamat yang tertera dalam surat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan pengiriman.

3. Isi Surat - Meskipun isi surat undangan tidak resmi tidak memiliki kriteria baku seperti bahasa yang baik da benar, tidak berarti jenis surat ini dibuat dengan ala kadarnya. Harus menggambarkan tujuan undangan dibuat. Jadi meskipun isi surat menggunakan bahasa yang gaul, isi surat haru rinci menggambarkan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Pembuatan Surat Undangan Resmi 

Jenis surat ini memiliki kesamaan dengan yang tidak resmi, namun terdapat kriteria tambahan agar informasi yang tertuang dalam surat tergambarkan secara rinci seperti. Penambahan kop surat untuk menyebutkan instansi pengirim surat, hingga stempel pada bagian akhir surat. Selain itu, bahasa yang digunakan dalam surat resmi diharuskan mengikuti tata bahasa yang baik dan benar.


Contoh Surat Undangan Terbaru 2017

Undangan Tidak Resmi

                                                                                                                      Jogja, 19 September 2017

Buat: Dzargon
Di 
     Tempat

Assalamu' 'Alaikum

Sahabat-sahabatku yang tampan dan cantik, dua minggu lagi hari kelahiranku akan tiba. Datang ya ke pesta ulang tahunku pada:

Hari, tanggal : Kamis, 24 September 2017
Waktu : Pukul 13.00
Tempat: Di kediamanku, Jalan Nogomudo No 89 Depok Sleman

Kedatangan kalian sangat ditunggu.

Sahabatmu,

Charles
Undangan Ulang Tahun Anak / Desaingratis.com
Undangan Ulang Tahun Remaja